Followers

Monday, December 30, 2019

PERUBAHAN,Paling Dinginkan Semua Orang Tapi Sulit Dilakukan; Otw 2020


    Merupakan sebuah kebanggan terbesar bagi diri saya setelah melewati segala suka-duka, pahit-manis tahun 2019 ini dan akhirnya saya harus mengucapkan terimakasih berlimpah atas 365 hari dan 12 bulan yang telah dilalui sampai dipenghujung tahun ini masih berdiri tegak di atas bumi dan di bawah kolong langit ini.

 Rasa syukur yang sangat besar karena Tuhan masih memberikan nafas kehidupan setidaknya masih memberikanku ruang untuk berubah serta berjuang keras melawan arus dinamika kehidupan.

Tahun 2019 ini begitu banyak peristiwa sejarah yang terkandung makna yang amat sangat dalam pada diri saya,tentunya diimbangi tantangan dan cobaan yang kemudian dibungkus dengan dalil " Ini dinamika kehidupan"

We all know, 31 desember merupakan momen yang tepat untuk kita evaluasi diri, ibarat perusahaan bisnis yang wajib melaporkan posisi keuangan per 31desember secara periodik, artinya bahwa dipenghujung tahun ini mari kita sejenak merenung dan merefleksi semua yang kita alami tentang baik buruknya perilaku serta tindakan kita selama ini dan mari berbenah.

 Setiap orang masing-masing punya harapan ditahun yang baru termasuk saya.

So what? Harapan yang ingin saya lakukan adalah perubahan, saya kira semua orang menginginkan perubahan pada dirinya tetapi percaya atau tidak ini sangat sulit untuk dilakukan, ada juga yang masa bodoh dengan tidak mau berubah ( memangnya saya power rangers).

  Wah,sebenarnya mau berubah atau tidak itu tidak ada kaitannya dengan pergantian tahun( tahun baru) tetapi sejauh mana kesiapan dan komitmen dalam diri kita sendiri. Tahun baru hanya sebagai pengingat dan mendesak kita harus berubah, bahwasannya kian hari,kian bulan, kian tahun berganti masih terbawa pola lama.

Harapan merupakan suatu cita-cita,suatu janji yang membutuhkan jawaban oleh karena itu harapan tanpa tindakan merupakan sia-sia.

Mari kita lihat saja besok di tahun 2020, akankah ekspektasi itu terealisasi?
On the way dua ribu dua puluh.
Selamat menyonsong tahun baru 2020.

Oleh : Martin Kurniawan

Thursday, October 3, 2019

Surat Cinta Untuk Tania From Tuber


Dear Tania
 Apa kabar Tan? Semoga kamu baik-baik saja. Semuanya sudah berubah ya? Semenjak Tan jauh dari Ube. Sudah lima tahun kita LDR (Lama Disiksa Rindu) namun semua tak seperti dulu, ketika kita duduk bercerita tanpa handphone seperti anak jaman sekarang yang makin gila dengan sosmed. Dikala kita menghabiskan waktu dibawah pohon ketapang,didepan kampus Unwira.
  Kita bercakap terlalu asyik sampe Tan pung Kepala basandar di Ube pung bahu, tak sudi malam tiba kita tetap asyik bercerita yang tidak lain tentang masa depan kita ( layak di film barat). Sambil menatap bintang di langit, eh ternyata gelap karena dihalangi daun ketapang yang amat lebat.
  Kita terus berbagi cerita hingga waktu munuju pukul 22.00 . Pak satpam mengira kita maling dan segera ingin membekuk. Kita tampak panik dan cemas lalu lari kabur sambil salto dengan tenaga yang all out dan pak satpam pum tanganga menyaksikan itu " mungkin dikiranya kita mahkluk gaib". Sejak malam itu Ube menganggap Tan bukanlah wanita biasa tetapi wanita super yang mahir salto belakang, eh tapi apakah kamu tahu Tan? Ketika kita sedang salto bersamaan Ube tiba-tiba mendengar suara minor entah dari pelosok mana tapi yang pasti suara itu menghasilkan bau yang tak sedap, tapi sudahlah mungkin reaksi tenaga dalam.
   Hari demi hari berganti, rindu ini semakin menusuk hati tembus hingga sum-sum tulang belakang. Ube hanya bisa menelusuri monumen-monumen kisah cinta kita di bumi timor ini, sambil tersenyum dan hati merasa sedih mengingat kembali puing-puing kenangan yang kini hanya sisa fosil-fosilnya saja. Ingin ku teriak dan menangis tapi malu orang banyak "nanti dikirain orang gila" terpaksa menangis dalam hati tetapi sumpah Tan, Ube memang betul-betul menangis (walaupun dalam hati).
   Do you know Tan? Semenjak kehadiran mu dihati Ube, begitu banyak yang aku dapat, yang paling spektakuler ketika engkau mengubah nama ku, dari orang dikampungku sering memanggil aku "Tuber", namun dengan pelimpahan kasih sayang mu padaku, engkau memanggil aku "Ube". Betapa bangga Ube padamu Tan, engkau bukan sekedar wanita super tetapi juga wanita inspiratif.
  Tania, diatas kertas putih ini Ube ingin sampaikan bahwa "Hati ini hanya rindu", lima tahun adalah waktu yang sangat lama, untung saja body ku kekar yang mampu menahan beratnya rindu ( Kata Dilan). Ingin ku melawan kenyataan yang menjerat ku dibangku perkuliahan hingga sekarang semester dua belas belum juga kelar, berbeda dengan mu yang hanya menghabiskan dalam delapan semester.
  Baik- baik ya di negeri sana, negeri yang biasa kau juluki yaitu "Negeri Nucalale". Ube masih ingat waktu kita berpisah di pelabuhan bolog, engkau berjanji 'jika hasil cengkeh su banyak nanti kita akan bertemu lagi disini, Ube pun menjawab 'jika hasil jual kopra su banyak kita akan membeli rumah'. Kembalilah Tan, Ube su sukses jadi pengusaha kopra ( walaupun masih banyak utang yang belum dibayar). Nanti kita berjuang bersama-sama sampa maut memisahkan kita. Sekian dulu ya, jangan lupa dibalas suratnya. 
Satu saja pesan Ube " Jaga bae-bae cincin di jari manis" oh Tania.
Salam rindu dari Timor for someone di Negeri Nucalale.
"I love you" yang artinya "Tuhan Memberkati". 😃


Oleh: Yohanes M. Kurniawan

Thursday, September 19, 2019

Sopi NTT Sebagai Simbol Solidaritas, Jika Dikonsumsi Dengan Bijak


     Sopi adalah minuman keras yang diproduksi lansung dari pohon enau melalui proses penyadapan  dan berbagai rentetan proses lainnya. Minuman yang hampir menyerupai air mineral ini banyak dijumpai di Indonesia bagian timur, sebut saja NTT. 
  
 Selamat datang di bumi Nusa Tenggara Timur, bumi berjuta botol sopi. Jangan tanyakan botol berisi cairan putih yang  tersusun rapi sepanjang jalan karena saking enak dan kerasnya minuman ini  membuat mu bisa melayang. 
   
    Di daratan NTT sebutan untuk minuman keras ini bermacam-macam misalnya: moke,arak dan lain-lain dan pastinya kualitas rasa nya juga berbeda, bahkan uniknya di beberapa daerah di NTT minuman sopi ini dijadikan simbol dalam upacara adat yang bersifat turun-temurun, seandainya tak ada sopi maka upacara adat terasa hambar atau kesakralannya hilang,karenanya budaya minum sopi di NTT sangat melekat dengan adat. 
  
    Anak-anak muda di seluruh pelosok NTT paling demen jika ada pesta karena sopi biasanya sering dikonsumsi pada saat acara pesta baik pesta adat, pesta nikah dan sebagainya, karenanya selalu mendambakan semboyan"no sopi no party" ( Pesta itu baru ramai jika ada sopi). Lantas, apakah sopi hanya disukai oleh kalangan anak muda? No, minuman ini juga banyak disukai dari kalangan orang tua, ya mungkin karena sudah melekat dengan adat jadi sifatnya turun-temurun. 
  
    Manakala disikapi secara bijak, minuman yang selalu dipuja-puja anak muda NTT ini memiliki manfaat yang tidak lain adalah sebagai simbol solidaritas yaitu ditandai dengan minum hanya dengan menggunakan satu gelas(sloki) lalu berputar secara bergilir, bahkan yang sebelumnya tidak saling mengenal menjadi akrab dalam satu lingkaran hangat. Wah, bisa jadi ini adalah salah satu alasan mengapa NTT disebut sebagai provinsi yang tinggi toleransi.

    NTT sebagai pusat sopi tentunya didukung penuh oleh orang nomor satu NTT yaitu Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat(VBL). Dukungan itu tentunya ditandai dengan melegalkan penjualan sopi di NTT dan dibukti dengan peluncuran nama baru untuk minuman keras ini yaitu" Sophia" yang tidak kalah enaknya dari sopi biasa, sehingga tidak hanya orang NTT yang mengonsumsi nya tetapi juga sampai ke bumi eropa bahkan dunia.
  
 Pada intinya Sopi (NTT) akan mendatangkan banyak manfaat jika dikonsumsi dengan baik dan bijak.
   
Salam sopi NTT, Salam solidaritas.


Oleh: Yohanes M.Kurniawan

Saturday, September 14, 2019

Wacana gubernur VBL diangkat menjadi menteri, seakan mengonfirmasikan kegagalannya mengurus NTT.

      


Akhir-akhir ini warga NTT dihebohkan oleh berita gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat(VBL) ditawar  untuk masuk dalam daftar kabinet kerja Jokowi-maruf yang akan dilantik pada oktober mendatang.
  
  Tentu saja ini akan menimbulkan polemik baru bagi masyarakat NTT, ada yang pro dan ada yang kontra. Sebagai warga NTT, patutnya saya juga berkomentar mengenai wacana ini, mungkin saya termasuk dalam kelompok kontra. Mengapa?? Kita ketahui bahwa gubernur VBL baru dilantik 2018 kemarin, artinya program kerja yang dilaksanakannya belum sepenuhnya kita rasakan. Apalagi beliau baru periode pertama menjabat gubernur NTT, tidak terlepas dari semangat dan komitmen serta ketegasan beliau akan membangun NTT untuk menjadi provinsi yang maju, justru itu yang ditunggu-tunggukan oleh warga penghuni bumi NTT pada umumnya. Wacana ini seakan mengonfirmasikan kegagalannya mengurus NTT, serta menipu mayoritas masyarakat NTT yang notabene memilihnya waktu pilkada kali lalu. 
  Pertanyaan yang mendasari itu adalah: akan kemanakah nasib NTT kedepan jika wacana ini benar-benar terjadi?  Secara hierarki, menjabat menteri tentu saja diatas gubernur dan menjadi kebanggaan masyarakat NTT jika VBL menjabat sebagai menteri tetapi yang perlu dipertimbangkan yaitu bagaimana fokus perhatian tugasnya nanti. Toh menteri sebagai pembantu kepala negara dalam melaksanakan urusan negara artinya objek pemerhatiannya adalah seluruh Indonesia bukan hanya NTT. Nah bagaimana mimpi-mimpi yang masih di awang-awang untuk NTT yang lebih maju? 
 Saya sebagai anak muda berdarah asli NTT selalu memegang komitmen dan ketegasan seorang VBL dalam membangun provinsi kita yang tercinta ini sesuai dengan visi-misi nya dulu. Saya pikir, sikap penolakan ini dikarenakan saya dan mungkin sebagian masyarakat NTT masih menaruh kepercayaan penuh terhadap pak VBL.
   Semoga jadi pertimbangan ya..


Penulis: Mahasiswa Jurusan Manajemen UNWIRA Kupang

Friday, September 6, 2019

Keseringan nge-update di facebook, salah salah satu penyebab postingan mu tak banyak yang suka




     Bicara tentang Facebook,tentu sangat familiar bagi generasi milenial. Bagian dari komponen jagat maya yang satu ini sangat digemari oleh netizen +62, ada yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk berpartisipasi dalam ruang facebook yang tentunya untuk update-in status,foto dan kepentingan lainnya.
   Upload foto di facebook mungkin sangat sering, apalagi bagi para ABG yg masih polos,hitungan menit gonta-ganti PP. Kamu mungkin sering ngeupdate postingan namun   kamu tahu gak? Postingan itu sering kali diabaikan, alasannya berikut ini:
  
 1. Postingan yang membosankan
      Keseringan nge-update justru akan membuat teman2 fb bosan, apalagi yang  di update adalah foto. Hal ini sering dilakukan oleh anak2 labil yang baru terjun di ruang facebook, cuma  kasih saran sih lebih baik yang pas-pas saja lah alay nya daripada bertumbuh dewasa nanti nyesel terus malu-maluin sendiri.
    
  2. Cuek Dunia Maya
     Nah yang satu ini, pasti diantara kamu sering ngalamin. Agar terlihat cuek jadi ogah ngelike apalagi comment. Entah itu mungkin karena dia adalah mantan kamu, jadi cuek dikitlah jadi mantan. 
   
  3. Terkekang didalam zona Mode Gratis
     Selamat datang di dunia mode gratis, sudah tidak baik apalagi Facebook masih kasih ruang buat warganet yang keseringan kere, hehe. Alasan yang satu ini, ya mengerti sendirilah kalau nge-update foto tentu tak bisa dilihat, eh tunggu kecuali foto profil, selain itu tidak ada negosiasi. Jadi untuk like dan comment postingan dalam mode ini penuh dengan berbagai pertimbangan.

     4. Kamu adalah orang yang disegani.
     Orang yang disegani tentu banyak yang suka namun tidak sedikit juga yang iri hati, nah orang yang tergolong iri hati inilah yang enggan nge-like postingan mu. Mereka terlihat egois ketika melihat postingan mu.

Jadi itulah beberapa alasannya sobat warganet setanah air. Jangan berkecil hati jika postingan mu tak banyak yang like atau comment, ingat alasan2 tersebut..
 Sekian ya, sobat warganet jika ada alasan yang lainya silahkan kirim lewat kolom komentar dibawah ini.
 Bye byee....
   
  

PERUBAHAN,Paling Dinginkan Semua Orang Tapi Sulit Dilakukan; Otw 2020

    Merupakan sebuah kebanggan terbesar bagi diri saya setelah melewati segala suka-duka, pahit-manis tahun 2019 ini dan akhirnya saya ha...